Field Manager: Pertamina Sudah Menjalankan CSR Dalam Bentuk Pemberdayaan Masyarakat

213

Aceh Tamiang – PT. Pertamina EP Field Rantau turut menghadiri acara penandatanganan nota kesepahaman tanggung jawab sosial lingkungan perusahaan (TJSLP ) antara Pemerintah Aceh dengan pelaku usaha dan ini merupakan bentuk sinergitas. Bertempat di Aula Serba Guna Sekretariat Daerah Aceh di Banda Aceh, Rabu (23/10/2019).

Fandi Prabudi Humas Pertamina EP Field Rantau mengatakan, pelaksana tugas (Plt) Gubernur Aceh Ir. Nova Iriansyah menyampaikan, bahwa kegiatan CSR harusnya tidak hanya dibuat untuk terlihat bagus di masyarakat (do look good), tetapi harus dapat menjalin harmonisasi antara masyarakat dan perusahaan.

Pemerintah Aceh akan mengukur keberhasilan program CSR, kita tidak mau kejadian yang terjadi di Kabupaten Aceh Utara, dimana setelah salah satu perusahaan besar berhenti beroperasi. Maka akan meninggalkan kemiskinan bagi masyarakat sekitar. Ini terjadi karena CSR masih bersifat charity yaitu bantuannya masih diberikan kepada oknum tertentu dan tidak ada yg bersifat enterpreneur atau pemberdayaan kepada masyarakat, jelas (Plt) Gubernur Aceh.

Loading...

Selain itu, (Plt) Gubernur Aceh juga menyampaikan, kesejahteraan rakyat Aceh tidak hanya dapat dilakukan oleh Pemerintah Daerah (Pemda), tetapi juga bisa dilaksanakan oleh sektor privat dan swasta. Kami berterima kasih atas kehadiran para pemimpin perusahaan yang telah menandatangani MOU, maka dengan ini Pemda Aceh dan masyarakat juga harus bertanggung jawab, serta ikut membantu berlangsungan operasi perusahaan.

Perusahaan tidak perlu khawatir terkait dana CSR, perusahaan dapat mengelolanya sendiri, Pemda Aceh hanya membutuhkan sinergisitas, agar kegiatan Masing – masing perusahaan tidak tumpang tindih dalam hal memberi bantuan, jelasnya (Plt) Gubernur Aceh.

Field Manager PT. Pertamina Ep Field Rantau Totok Parafianto menyampaikan, kami sudah menjalankan CSR dan bukan bersifat charity, artinya sudah dalam bentuk pemberdayaan masyarakat, yaitu kegiatannya terbagi di hulu, Rantau dan Hilir pada Kabupaten Aceh Tamiang dan Aceh Timur.

Totok Parafianto menyampaikan, sinergisitas antara Pemerintah Aceh dengan pelaku usaha, tentu dapat mempercepat pembangunan dan sejahterakan masyarakat dengan sinergi tidak akan terjadi tumpang tindih bantuan pada suatu daerah, terangnya.

Hadir pada acara tersebut, Sekda Aceh,ketua kadin Aceh, kepala BPMA, para pimpinan perusahaan BUMN, perusahaan swasta, pimpinan SKPA, Kepala Bappeda Aceh, Asisten II Pemda Aceh.

Sumber: Amnurdani.
Publikasi: Zulkarnain.

Facebook Comments

Loading...
loading...