Turun 1,75 %, Bupati Aceh: 2 Tahun Kedepan Aceh Bebas Buta Aksara

327

Aceh Tamiang – Pembukaan Hari Aksara Internasional (HAI) ke-54 berlangsung dilapangan belakang kantor Bupati Aceh Tamiang. Dalam kegiatan diikuti oleh peserta dari 22 Kabupaten/Kota se-Aceh, Selasa (22/10/2019).

Kegiatan HAI diawali oleh pawai para peserta, pencak silat Pelintou, tari sekapur sirih, penampilan marcing band Gita Handayani Aceh dan beberapa acara seremonial lainnya.

Kepala Dinas Pendidikan Aceh Tamiang Drs. Zulkarnain Putra, M. Si sekaligus sebagai panitia pelaksana dalam laporannya mengatakan, beberapa kegiatan yang termasuk bagian HAI diantaranya pameran, lomba defile para peserta yang diikuti oleh kontingen dari 22 Kabupaten/Kota se-Provinsi Aceh dengan pesertanya lebih kurang 3.000, kemudian lomba keaksaraan, lomba tutor pendidikan keaksaraan, lomba pamong belajar, lomba pengelola PKBM atau pusat kegiatan belajar masyarakat, lomba kontingen favorit, jelasnya.

Loading...

Dalam pelaksanaan peringatan hari aksara internasional provinsi Aceh tahun 2019 dilaksanakan dari tanggal 22 sampai dengan 25 Oktober 2019 di Kabupaten Aceh Tamiang, menggunakan sumber dana berasal dari anggaran pendapatan belanja Aceh dan anggaran pendapatan belanja kabupaten Aceh Tamiang, ungkap Kepala Dinas Pendidikan Aceh.

Kepala Dinas Pendidikan Aceh Drs. Rachmat Fitri, HD, MPA menyampaikan, hari aksara internasional yang digagas 54 tahun yang lalu dan kita peringati setiap tahun. Menjadi salah satu momentum untuk menggalakkan minat baca masyarakat. Ada pepatah mengatakan jika engkau ingin mengenal dunia maka mulailah membaca dan dalam konsep Islam perintah membaca ada dalam wahyu pertama, ini menunjukkan betapa pentingnya membaca, terangnya,

Selain itu, ada beberapa manfaat membaca, antara lain berlatih kemampuan berpikir, meningkatkan pemahaman, menambah wawasan dan ilmu pengetahuan dan pada kesempatan ini Dinas Pendidikan Aceh mengajak seluruh komponen masyarakat secara berkolaborasi dengan kewenangan tugas serta tanggung jawab masing-masing untuk terus mendorong tumbuh berkembangnya minat baca pada masyarakat Aceh, tegas Kepala Dinas Pendidikan Aceh.

Bupati Aceh Tamiang H. Mursil, SH. Mkn membacakan sambutan Gubernur Aceh Ir. Nova Iriansyah mengatakan, salah satu momentum penting dalam agenda PBB, setelah melihat kenyataan bahwa masih banyak penduduk dunia yang tidak bisa baca tulis, yaitu saat berlangsungnya kongres menteri pendidikan sedunia pada 8 September 1965, bahwa tingkat kebutaan aksara diperkirakan mencapai empat puluh persen.

Kondisi ini terutama terjadi di negara berkembang termasuk Indonesia, atas dasar itu PBB menegaskan setiap tanggal delapan September diperingati sebagai hari aksara internasional, sekaligus sebagai pertanda perlunya gerakan bersama untuk mengurangi kebutaan aksara dan saran bagi masyarakat dunia ini sangat penting, sebab kemampuan membaca adalah simbol keberhasilan dalam belajar.

Kemampuan membaca juga bagi setiap peradaban manusia yang ingin maju, kemampuan membaca mutlak dibutuhkan, itu sebabnya perang melawan buta aksara harus kita tingkatkan di seluruh bumi ini dan Indonesia termasuk negara yang memberi perhatian sangat besar dalam melawan buta aksara, hadir ini terbukti dari tahun ke tahun angka buta aksara di negeri kita terus menurun, pada tahun 2000 mencapai enam persen, sekarang menjadi 2,07 persen atau sekitar 3,4 juta orang, sebagian besar warga yang tidak bisa baca tulis ini tinggal di kawasan pedesaan dan umumnya berusia diatas 50 tahun.

Sementara untuk Aceh tingkat buta aksara sampai tahun 2019 ini hanya tersisa sekitar 1,75% terbanyak berada di wilayah pedesaan. Jika diukur secara nasional Aceh tergolong cukup sukses memerangi buta aksara, meski demikian upaya kita menghapus buta aksara akan terus ditingkatkan agar dalam dua tahun kedepan Aceh bebas dari buta aksara, untuk itu perlu dukungan dari semua pihak dalam rangka memperkuat tekad melawan buta huruf di daerah kita, sehingga upaya kita mencerdaskan rakyat dapat terwujud.

“Keistimewaan Aceh dalam bidang pendidikan benar-benar dapat kita buktikan hal ini sejalan dengan tema hari aksara internasional 2019 yaitu gerakan nasional percepatan penuntasan wajib belajar pendidikan dasar sembilan tahun dan pemberantasan buta aksara, tema ini sengaja dipilih karena kita menyadari bahwa peluang bagi seseorang untuk berkembang mutlak harus dibarengi kemampuan belajar, maka program wajib belajar harus kita perkuat lagi di sekolah.

“Beberapa program telah kita siapkan antara lain pengamatan keterampilan bagi generasi muda melalui pendidikan nasional, penyediaan fasilitas pendidikan dan pemberian keterampilan bagi peserta didik, pemerataan rasio dan kompetensi guru untuk semua bidang studi, bantuan pendidikan bagi anak yatim dan anak miskin mulai dari SD hingga perguruan tinggi, pengiriman putra terbaik Aceh untuk belajar di Universitas – universitas yang bergengsi di dunia, guna memberikan kesempatan bagi mereka untuk berkontribusi dalam pembangunan bangsa.

“Pemerintah Aceh berharap, agar pemerintah kabupaten/kota juga mendukung, dengan mengalokasikan anggaran yang cukup bagi sektor pendidikan daerah dan pada pelaksanaan hari aksara internasional tingkat provinsi Aceh tahun 2019 ini, mari kita tingkatkan kerjasama untuk mampu memberantas buta huruf di provinsi Aceh,”ucap Bupati menutup pembacaan sambutan Gubernur.

Turut hadir pada kegiatan tersebut kepala kantor wilayah kementerian agama Aceh, waka Polres Aceh Tamiangm ketua pengadilan Negeri Kualasimpang, Ketua mahkamah Syariah kualasimpang, seluruh kepala SKPK kabupaten Aceh Tamiang, kepala kantor kementerian agama Aceh Tamiang, ketua TP PKK Aceh Tamiang, ketua dharma wanita persatuan, serta para tamu undangan lainnya.

Sumber: Amnurdani.
Publikasi: Zulkarnain.

Facebook Comments

Loading...