Curah Hujan Tinggi, Dandim 0117/Aceh Tamiang: Imbau Masyarakat Waspadai Banjir dan Lonsor

422

Aceh Tamiang – Dandim 0117/Aceh Tamiang Letkol. Inf. Deki Rahyusyah Putra S.sos. M.I,pol curah hujan di Aceh Tamiang meningkat dalam beberapa hari ke depan dan mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap dampak yang ditimbulkan oleh kenaikan curah hujan tersebut.

Sehubungan laporan pantauan dari Koramil 05/Thu Kodim 0117/Aceh Tamiang yang disampaikan oleh Babinsa Kopda Eko Martoyo, dan pada kesempatan berbeda, saat dihubungi melalui jaringan WhatsApp di nomor 0813 4184 xxxx Dandim 0117/Aceh Tamiang Letkol. Inf. Deki Rahyusyah Putra S.sos. M.I,pol menyampaikan,”banjir yang menggenangi Kampung Rongoh Kecamatan Tamiang Hulu Kabupaten Aceh Tamiang disebabkan curah hujan tinggi, terangnya. Senin (04/11/2019).

Dandim 0117/Aceh Tamiang juga menyampaikan,”Kampung Rongoh bisa dikatakan sudah sering menjadi langganan banjir, boleh dibilang musiman dan itu terjadi apabila curah hujan tinggi.

Loading...

“Saya mengimbau kepada Koramil 05/Tamiang Hulu serta masyarakat agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap dampak yang dapat ditimbulkan, seperti banjir, genangan, angin kencang, pohon tumbang, jalan licin dan pihak Kodim terus melakukan koordinasi dengan forkopimcam serta instansi lain untuk merencanakan evakuasi masyarakat,” tuturnya Dandim 0117/Aceh Tamiang.

Sementara itu Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Aceh Tamiang, Syahri SP dihubungi di nomor WhatsApp 0812 2128xxxx melalui Plt Kasubbag Program dan Pelaporan Derri Mahrizal, ST, SPd menyampaikan,”kami akan segera ke tempat kejadian perkara (TKP), sekalian terus berkordinasi dengan perangkat Kampung, pihak Kecamatan dan relawan kampung tangguh,”ucapnya.

Daerah rongoh memang selalu terkena langganan banjir dan keseringan air yang menggenangi hanya melintas. Biasanya banjir dalam hitungan jam sudah kembali surut, misalnya pada malam hari dikabarkan rongoh banjir, tapi saat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bergerak ke tempat kejadian perkara (TKP) air sudah surut, namun kordinasi terus dilakukan dengan relawan kita.

“Kordinasi harus terus dilakukan, sambil memantau debit air dan kuantitas hujan, kalau laporan dari relawan debit air semakin naik. Team Reaksi Cepat (TRC) akan kita turunkan untuk mengkaji kemungkinan-kemungkinan yang bakal terjadi, baru kemudian diputuskan untuk action lebih lanjut,” tegas Derri Mahrizal.

Dari website https://kominfo.go.id/ Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Bahwa dalam tiga hari ke depan konsentrasi curah hujan meluas ke wilayah Jawa disebabkan adanya pelambatan dan area pertemuan angin yang memanjang dari Jawa bagian timur hingga barat sehingga meningkatkan kelembapan udara di wilayah Jawa.

Kondisi ini dapat menyebabkan terjadinya potensi hujan lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang di sekitar wilayah Indonesia dalam periode beberapa hari ke depan.

Berikut ini daerah yang diprediksi mengalami hujan lebat disertai petir:

-Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Bengkulu, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, D.I. Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Maluku, Papua Barat, Papua.

Selain itu, gelombang tinggi diperkirakan terjadi di sejumlah perairan Indonesia. Ketinggian gelombang diprediksi mencapai 4 meter.

Untuk potensi gelombang tinggi 2,5 hingga 4 meter diperkirakan terjadi di perairan Enggano-Bengkulu, perairan barat Lampung, Samudra Hindia barat Lampung, Selat Sunda bagian selatan, perairan selatan Jawa hingga Lombok, Selat Bali dan Selat Lombok bagian selatan, Samudra Hindia selatan Jawa hingga Lombok.

Facebook Comments

Loading...