Kisruh MDSK Alur Baung Jadi Pembicaraan Masyarakat

141

Aceh Tamiang – Pembentukan MDSK Kampung Alur Baung Kecamatan Karang Baru Kabupaten Aceh Tamiang, diduga cacat hukum. Karena tidak melewati prosedur pemilihan secara demokratis dan dalam proses Penggantian Antar Waktu (PAW) telah disisipi dengan pergantian Ketua serta Sekretaris, ungkapan tersebut muncul dari beberapa masyarakat, Rabu (6/11/2019).

ZI saat ditemui para wartawan dirumahnya, terkait pembentukan Majelis Duduk Setikar Kampung (MDSK) disampaikannya,” saya dengar terjadi PAW dari Messuar kepada Maya Sari, S.Pd. Namun saya heran juga terjadi pergantian ketua dari Usman ke Sumardi dan Sekretaris Sumardi diganti oleh Maya,” jelasnya.

“Kami tidak tahu kapan terjadinya pemilihan, sehingga banyak masyarakat menganggap Kampung Alur Baung tidak punya MDSK dan selayaknya dibubarkan, baru kemudian dipilih kembali secara demokratis,” tegas ZI.

Loading...

Pada kesempatan yang sama ditempat berbeda SI saat ditemui para wartawan http://aceh.indeksnews.com dirumahnya sehubungan dengan situasi Kampung Alur Baung disampaikannya, “Pemerintahan Kampung tidak pernah transparans dalam pengelolaan anggaran,” terangnya.

“Terkait dengan pembentukan MDSK, kami menilai tidak sesuai prosedur, diduga dibentuk tanpa pemilihan dan selayaknya dibubarkan dulu, baru selanjutnya dibentuk kembali sesuai peraturan,” tegas SI.

Menelusuri lebih jauh terkait pemilihan MDSK, para wartawan melakukan konfirmasi dengan Asep Suhendar Datok Penghulu Kampung Alur Baung melalui sambungan telephone selular dinomor 0853 7318 xxxx dan mengenai MDSK disampaikannya, tidak benar bahasa masyarakat yang menyatakan bahwa MDSK dibentuk tidak melalui pemilihan, jelasnya.

“Jika ada masyarakat Kampung Alur Baung yang tidak mengakui terbentuknya MDSK, maka mereka bukan warga negara Republik Indonesia,” tegas Datok.

Sementara itu ditempat terpisah, salah seorang anggota MDSK Kampung Alur Baung yang tidak mau namanya dipublikasikan mengatakan,”susunan pengurus periode 2018 sampai dengan 2024 terdiri dari Usman sebagai Ketua, Sumardi Sekretaris, Messuar anggota, S.Mulyono anggota, Ngatdi anggota, terangnya.

Dalam perjalanan pengurus MDSK terjadi PAW, Messuar digantikan dengan Maya Sari, S.Pd, namun saat itu juga rapat yang dipimpin oleh Datok Penghulu menetapkan Sumardi sebagai Ketua, Maya ditunjuk menempati posisi Sekretaris, Usman anggota, S.Mulyono anggota, Ngatdi anggota.

Tindakan yang dilakukan oleh Datok Penghulu serta diikuti oleh pengurus MDSK, seolah telah melalui prosedur pemilihan adalah perbuatan salah, serta Usman yang terpilih sebagai Ketua dan Sumardi sebagai Sekretaris tidak memiliki kesalahan dalam memimpin, tapi menerima imbas digantikan dari jabatannya, terang salah seorang anggota MDSK.

Facebook Comments

Loading...
loading...