DLH Aceh Tamiang: Limbah B3 Bahan Berbahaya Semestinya Harus Dimusnahkan

156

Aceh Tamiang – Terkait maraknya pemberitaan dari berbagai media tentang limbah bahan berbahaya beracun (B3) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Aceh Tamiang, menelusuri hal tersebut, para wartawan menemui Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dikantornya Jalan Ir. H. Djuanda Karang Baru, Senin (18/11/2019).

Sayed Mahdi lebih Kepala DLH Aceh Tamiang mengatakan,”siapapun penghasil B3 yaitu limbah B3, mereka harus mempunyai pengolahan tersendiri dan tidak boleh dibiarkan begitu saja,”jelasnya.

“Contohnya seperti di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Aceh Tamiang banyak menghasilkan limbah B3, makanya tidak boleh dibiarkan diletakkan disembarang tempat, artinya kalau mereka tidak mempunyai pengolahan limbah B3, harus bekerja sama dengan pihak lain dalam hal pengelolaannya,”tegas Sayed Mahdi.

Loading...

Pada kesempatan lain, Adiawati Kasi Limbah B3 DLH Kabupaten Aceh Tamiang mengatakan,”disebut B3 yaitu sebelum dipakai, namun sudah digunakan menjadi limbah B3 yang memang harus disimpan di tempat tertentu dan hanya boleh berada dalam gudang selama dua kali 24 jam,”terangnya, Kamis (21/11/2019).

“Sehubungan dengan limbah B3 diatur dalam peraturan pemerintah nomor 101 tahun 2014 dan untuk Rumah Sakit Umum Daerah Aceh Tamiang mereka telah melaporkan terkait izin penyimpanan sementara dan hal itu telah kami survei dilokasi.

“Untuk posisi gudang memang harus diatur sedemikian rupa, karena limbah tersebut akan menimbulkan berbagai bakteri. Adiawati menambahkan,” kami dari pihak Dinas Lingkungan Hidup selalu melakukan pengawasan terkait adanya limbah B3 yang ada di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Aceh Tamiang, terlebih lagi dalam beberapa pekan ini beberapa media terus melakukan pemberitaan dan sejauh ini masih dikendalikan dengan baik,”tegasnya.

Facebook Comments

Loading...
loading...