Diduga Pembangunan Long Storage Tidak Tepat Sasaran

848

Aceh Tamiang – Sehubungan informasi yang didapat dari masyarakat, para wartawan meninjau lokasi pekerjaan pembangunan Long Storage, Sabtu (23/11/2019) dan melakukan konfirmasi pada Kabid Pertanian diruang kerjanya pada Senin (25/11/2019).

Terkait pekerjaan Long Storage, Sah putra Kepala bidang (kabid) pertanian Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan, yang turut didampingi Ketua Kelompok Tani penerima pekerjaan menyampaikan,”saya baru saja menjabat sebagai kabid pertanian, jadi tidak berapa memahami program yang sudah disiapkan oleh pejabat sebelumnya, namun untuk itu kami tetap harus terus meneruskan program yang telah ada,”terangnya.

“Pekerjaan tersebut ditangani oleh Agus sebagai Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), sedangkan pelaksana ditangani oleh Syarifudin alias Udin dari kelompok tani Subur Jaya Kampung Durian Kecamatan Rantau dan Dinas Pertanian menunjuk Gozzo atau Ramadhani sebagai fasilitator yang memahami persoalan teknis.

Loading...

Lebih lanjut Putra menyampaikan,”Pekerjaan tersebut bersumber dari dana alokasi khusus (DAK) sebesar Rp.120.000.000, yang saat ini sudah mengalami mati kontrak, namun sudah dilakukan adendum hingga tanggal 24 Desember 2019,”jelasnya.

“Adapun tata letak bangunan yang diduga tidak pada tempatnya atau pun manfaat dari bangunan tersebut tidak tepat sasaran, kami saat ini belum mampu menjawabnya, karena PPTK dan fasilitator tidak berada ditempat namun kami siap untuk memberikan penjelasan lebih lanjut nantinya,”ungkap Putra.

Mengetahui lebih lanjut tentang pembangunan Long Storage, dihubungi melalui telepon selulernya dinomor 0853 6038 xxxx, Safarudin Pejabat Datuk Penghulu Kampung Durian menyampaikan,” untuk pekerjaan itu, saya hanya berharap kepada pelaksananya dapat mengerjakannya sesuai dengan bestek dan agar  dikerjakan sesuai dengan perencanaan awal,”tegasnya.

“Menurut Laporan masyarakat kepada saya, letak bangunan tersebut tidak sesuai, karena di tempat yang sekarang sama sekali tidak punya fungsi untuk pengairan sawah dan mengatur perairan.

Datok menambahkan,”saya heran, sewaktu pengajuan pekerjaan tersebut, mereka minta proposalnya untuk ditandatangani, namun setelah dilaksanakan, tidak ada sama sekali pemberitahuan kepada Datok, makanya kami tidak mengetahui lebih lanjut perihal yang terjadi dengan pekerjaan itu,”terangnya.

“Namun apa mau dibilang, saat ini pekerjaan sudah dilaksanakan. Apapun yang terjadi harus kita hadapi, semoga ke depan jangan ada lagi pekerjaan yang dilakukan tanpa bermanfaat bagi orang banyak,”tegas Datok.

Facebook Comments

Loading...