Kasi Limbah B3 DLH: Pemahaman Tentang Limbah B3 Harus Lebih Jelas

778

Aceh Tamiang – Sehubungan dengan berita yang pernah ditayangkan media ini beberapa waktu lalu, Adiawati Kasi limbah B3 pada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Aceh Tamiang kembali memberikan keterangannya pada para wartawan melalui pesan WhatsApp (WA) dinomor 0852 9668 xxxx pada Senin (25/12/2019).

Adiawati mengatakan,”saya harus menyempurnakan penjelasan terkait limbah B3 sesuai Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan nomor 56 tahun 2015, agar tidak ada pihak yang dirugikan dan salah pengertian,”jelasnya.

“B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) adalah zat, energi dan atau komponen lain yang karena sifat, konsentrasi dan/atau jumlahnya baik secara langsung maupun tidak langsung dapat mencemarkan dan atau merusak lingkungan hidup, kesehatan serta kelangsungan hidup manusia dan makhluk hidup lainnya. Sedangkan Limbah B3 adalah sisa suatu usaha dan atau kegiatan yang mengandung B3.

Loading...

“Pada pasal 3 ayat (1) fasilitas Pelayanan Kesehatan sebagaimana dimaksud merupakan  yang wajib terdaftar di instansi terkait di bidang kesehatan, sementara itu ayat (2) fasilitas pelayanan dimaksud pada ayat 1 meliputi a. Pusat Kesehatan Masyarakat b. Klinik pelayanan kesehatan atau sejenisnya C. Rumah sakit.

“Pasal 4 ayat (1) limbah B3 dalam peraturan menteri ini meliputi a. Limbah dengan karakteristik infeksius B. Benda tajam C. Patologis D. Bahan kimia kadaluarsa, tumpahan atau sisa kemasan E. Radioaktif F. Farmasi G. Sitotoksis H. Peralatan medis yang memiliki kandungan logam berat I. Tabung gas atau kontainer bertekanan. Ayat (2) ketentuan mengenai limbah radioaktif sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf e diatur sesuai dengan peraturan perundang-undangan mengenai ketenaganukliran.

Adiawati menambahkan,”dalam pasal 5 dijelaskan, pengolahan limbah B3 yang timbul dari fasilitas pelayanan kesehatan sebagaimana dimaksud dalam pasal 3 meliputi tahapan:
A. Tahapan pengurangan dan pemilahan limbah B3.
B. Penyimpanan limbah B3.
C. Pengangkutan limbah B3.
D. Pengolahan limbah B3.
E. Penguburan limbah B3.
F. Penimbunan limbah B3.

“Pasal 8 ayat (1) terhadap limbah B3 yang telah dilakukan pengurangan dan pemilahan limbah B3, sebagaimana dimaksud dalam pasal 6, wajib dilakukan penyimpanan limbah B3. Dalam ayat (2) penyimpanan limbah B3 sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan dengan ketentuan A. Limbah B3 sebagaimana dimaksud dalam pasal 4 huruf A, huruf B, huruf C disimpan di tempat penyimpanan limbah B3 sebelum dilakukan pengangkutan limbah B3, pengolahan limbah B3, penimbunan limbah limbah B3 paling lama yaitu Dua hari pada temperatur lebih besar dari nol derajat Celcius atau 290 hari pada temperatur sama dengan atau lebih kecil dari nol derajat Celcius sejak limbah B3 dihasilkan.

B. Limbah B3 sebagaimana dimaksud dalam pasal 4 huruf d sampai dengan huruf i disimpan di tempat penyimpanan limbah B3 paling lama 180 hari, untuk limbah B3 yang dihasilkan kurang dari 50 kg per hari yaitu untuk limbah B3 kategori 1 sejak limbah B3 dihasilkan. Ayat (3) ketentuan mengenai penyimpanan limbah B3 sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf b sesuai dengan peraturan perundang-undangan pengolahan limbah B3 untuk kegiatan penyimpanan limbah B3.

“Pada pasal 9 disebutkan, dalam hal ini penghasil limbah B3, tidak melakukan penyimpanan limbahnya, maka wajib diserahkan paling lama dua hari sejak limbah B3 dihasilkan, kepada pemegang izin pengelolaan limbah B3. Untuk kegiatan penyimpanan limbah B3 yang tempat penyimpanan limbah B3nya digunakan sebagaimana Depo pemindahan,”tegas Adiawati menutup pesan singkatnya.

Facebook Comments

Loading...