BAI Telusuri Jejak Perjalanan Bimtek Diduga Berbau Korupsi

104

Aceh Tamiang – Badan Advokasi Indonesia (BAI) kembali melakukan investigasi pada hari Rabu (11/12/2019) dengan turun langsung ke Medan Provinsi Sumatera Utara. Dalam kegiatan tersebut merupakan kedua kalinya dilakukan. Perjalanan Bimtek diduga korupsi,”jelas Sawaludin, SH, Sabtu (14/12/2019).

Ketua BAI Aceh Tamiang Sawaludin, SH (berusia 35 tahun) dengan gayanya yang tegas pada para wartawan di sekretariatnya jalan Lintas Mananggini Kecamatan Karang Baru, menyampaikan, langkah awal yang kami lakukan yaitu menelusuri sekretariat LPPMI, sesuai dengan alamat di kop surat yaitu di Villa Mutiara Johor Satu Medan Sumatera Utara tepatnya dinomor 23 hanya ditemukan rumah dalam keadaan kosong tanpa penghuni.

Sementara itu, bahkan kami mencoba melakukan konfirmasi kepada para tetangga di sekitarnya, mereka mengatakan, sudah sekitar satu bulan lebih dalam keadaan kosong karena sudah habis masa kontraknya,”ungkap Sawal yang dikenal juga sebagai Pengacara rakyat menengah kebawah.

Loading...

Kami terus melakukan penelusuran terhadap beberapa rumah yang bernomor 23 di Villa Mutiara Satu, namun tidak satu pun kami temukan sekretariat lembaga tersebut dan akhirnya kami memutuskan untuk melakukan komunikasi via handphone di nomor 0812 6060 xxxx yang tertera pada kop surat lembaga, dan melalui komunikasi didapat petunjuk, kalau kantor mereka berada di nomor 12.

Tapi sesampainya disana kami bertemu dengan seorang Ibu yang menyatakan, ini benar rumah Ketua LPPMI Muhammad Rizky H.P, SH, namun bukan sekretariat lembaga dan yang bersangkutan pun sedang berada di Pekanbaru,”terang wanita paruh baya yang mengaku kalau dia adalah orangtuanya,”jelas Sawaludin menerangkan kembali.

“Kami mencoba kembali melakukan komunikasi via handphone pada pengurus LPPMI, namun seluler tersebut tidak lagi dapat dihubungi dan hal itu terus dilakukan, tetap juga tidak bisa dihubungi alias non aktif,” Sawal berkomentar dengan nada cukup tegas, akhirnya kami simpulkan sekretariat LPPMI tidak jelas.

Sawal menambahkan,” Investigasi terus Kami lanjutkan dengan mendatangi Hotel Madani Medan Provinsi Sumatera Utara dan di tempat tersebut tidak bisa didapat data secara langsung, karena sales marketing yang menangani kegiatan itu, sedang berada diluar kota dan akhirnya kami melakukan komunikasi via handphone pada Lia dinomor 0852 6276 xxxx.

Dari pengakuannya ada sekitar 24 kamar yang dipakai nginap di hotel Madani saat Bimbingan Teknik (Bimtek) Aparat Perangkat Kampung (APK) dengan harga per kamarnya sekitar Rp.750.000,”terangnya.

“Akhir petualangan BAI bermuara di Hotel Danau Toba Medan, di tempat tersebut kami tidak mendapatkan informasi secara langsung dan harus menghubungi sales marketing yang menangani kegiatan Bimtek melalui handphone dan setelah tersambung dinomor 0823 6756 xxxx disampaikan oleh Nova, benar ada peserta dari Aceh Tamiang, yaitu para Datok Penghulu yang menempati sekitar 280 kamar. Sedangkan harga per malamnya sekitar Rp.460 ribu per hari.

“Dari Nova Sales marketing Hotel Danau Toba didapatkan juga kalau para Camat yang hadir, mereka menginap di hotel Aryaduta Medan, berarti ada penginapan lain lagi yang ketiban rezeki,” ungkap Sawal sambil berkata, bagaimana Pemerintah Daerah bisa percaya pada Lembaga Pelatihan dan Pengembangan Mandiri Indonesia (LPPMI) yang belum jelas kerjanya.

Facebook Comments

Loading...
loading...